02 September 2009

GERAMNYA AKU.....


Merujuk Sinar Harian hari Selasa (1 Sept. 2009) baru-baru ini, Setiausaha Organisasi DAP, Teresa Kok menyarankan agar Kerajaan Pusat menghapuskan ruangan bangsa dan agama dalam semua borang di negara ini sejajar dengan konsep 1Malaysia yang dilaungkan oleh Perdana Menteri. “Kalau kita lihat negara maju yang lain, mereka tidak meletakkan ruangan bangsa dan agama tetapi hanya ruangan warganegara sahaja”ujar beliau.


Sebagai individu muslim, saya melihat perkara ini amat bahaya dan serius dalam usaha mem’pluralisme’kan agama-agama di Malaysia seperti mana yang dilaungkan oleh puak-puak Liberal di Malaysia sejak dahulu lagi. Dan kesannya mampu membawa perubahan yang besar kepada Malaysia yang menjadikan Islam sebagai agama rasmi negara (the Law of Land) seperti mana diperuntukkan dalam perlembagaan. Kelihatan puak-puak kafir (baca: DAP) semakin menjadi-jadi sama ada secara senyap mahupun terang dalam usaha mereka menghentam serta menghapuskan Islam di Malaysia. Walaupun ini hanya saranan, namun umat Islam harus peka terhadap strategi-strategi golongan yang berkiblatkan sekularisme ini kerana mereka tidak akan mengalah sehingga kita yakni umat Islam mengikuti mereka. Allah berfirman :


Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (Wahai Muhammad) sehingga Engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). (Al-Baqarah:120)


Saranan ini perlu dibantah sepenuhnya oleh semua umat Islam agar kedudukan Islam dapat dibela dan tidak dipermain-mainkan oleh pihak kafir. Ayuh umat Islam seluruhnya membantah cadangan ini yang jika dilaksanakan mampu memberi kesan yang amat buruk kepada kedudukan/kedaulatan Islam di negara kita. UMNO, PAS dan parti-parti politik lain perlulah berlapang dada terhadap perkara yang berselisih dan bersatulah kepada perkara yang disepakati yakni aqidah umat islam yang semakin diganggu gugat. Teringat kata-kata Pak Natsir, “Sudah sempurna perpecahan kami di Indonesia” dan menyambung lagi, “Malaysia adalah benteng terakhir di rantau serumpun dan segama ini”. Bersambung….

Read more...

06 Ogos 2009

Aku ber'demonstrasi' melaui pena...

نحن انصر الله

"Kami penolong agama Allah"...ungkapan yang selalu melekat dibibir pemuda-pemuda Islam yang sepatutnya dihayati dengan mendalam bukan sahaja dengan lafaz dari lidah. Belakangan ini, banyak masalah timbul yang melibatkan isu-isu sensitif ataupun isu-isu yang melibatkan umat Islam di Malaysia. Di mana katanya penolong-penolong agama Allah ini? Isu-isu umat Islam yang timbul sama ada di peringkat antarabangsa seperti ketegangan masyarakat Islam Uighur dengan puak Han di China, isu Selatan Thai (nak buat kt mpi tp asyik clash ngan pgrm maktb) dan di Malaysia sendiri antaranya isu pengharaman arak di Selangor, kes ahli Parlimen Jelutong (Jeff Ooi) di Pulau Pinang dan lain-lain lagi tidak diambil peduli oleh kebanyakkan remaja pada hari ini. Tidakkah kita mengetahui bahawa remaja-remaja di zaman RasuluLlah sanggup menyusup masuk ke dalam angkatan perang walaupun belum cukup umur mereka...Agak kesal saya melihat pemuda-pemudi hari ini leka dengan hiburan yang melalaikan seperti One Piece, Akademi Fantasia dan sebagainya. Saya sudah lama ingin menyeru sahabat sahabiah sekalian agar segala pengetahuan yang diperoleh di'transform'kan ke arah peng'Islamisasi'an ilmu. Assignment yang kita lakukan bukan hanya untuk mendapat markah untuk KKP@KKBI tetapi agar assignmnet tersebut dapat menjadikan kita seorang yang sentiasa berfikir untuk menyelesaikan sesuatu masalah contohnya dalam isu keruntuhan akhlak remaja hari ini. Sungguh saya berasa kagum dengan sahabat-sahabat yang mampu menterjemahkan animasi Naruto, Kung Fu Panda, strategi bola sepak dan sebagainya ke arah peng'Islamisasi'an ilmu yang mampu membuat kita sentiasa berfikir dengan lebih matang. Pernah di dalam blog rausyanfikir.com, penulis blog tersebut men'terjemah'kan strategi perlawanan bola sepak EPL kepada strategi dakwah Islam. Sungguh molek jika saya sendiri serta sahabat-sahabat sekalian sekali-sekala melihat sesuatu itu dengan pemikiran Islam itu sendiri contohnya perkaitan cerita Naruto dengan institusi usrah yang pernah disampaikan oleh seorang penceramah ketika Liqa' Nuqaba' yang lalu. Tidak kira filem Hindustan ka, Korea ka, kita perlu berusaha men'terjemah'kan iktibar/pemerhatian dalam cerita tersebut kepada pemikiran yang lebih matang seperti orang-orang yang saya sebutkan di atas. Bukanlah saya hendak mengkritik sahabat-sahabat yang suka tengok cerita-cerita Hindustan, Korea dan sebagainya...tetapi saya berasa sungguh beruntung jika kita memikirkan perkaitan sedikit sebanyak iktibar/pemerhatian dlm cerita tersebut kepada pemikiran yang lebih Islamik.

Kadang-kadang jari pandai menulis, mulut pandai berbicara tapi diri tak kemana-mana. Sekadar berkongsi pendapat dari seorang 'budak' yang mahukan perubahan dlm diri dan org lain.

Read more...

30 Julai 2009

Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

www.iluvislam.com

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati.

Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh.

Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan.

Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.

Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama'i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah?

Sering terlontarkannya kata-kata "Afwan akh, ana gak bisa bantu banyak…" atau sms yang berbunyi "Afwan akh, ana gak bisa datang untuk syuro malam ini…" atau kata-kata berawalan "Afwan akh…" lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang akh tidak bisa hadir untuk sekedar merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya.

Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah, "Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi, atau dengan lebih memperhatikan ayah dan ibuku yang sudah semakin tua, toh tanpa aku pun dakwah tetap berjalan, bukan???"

Sahabat-sahabatku…

Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah sendiri.

Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.

Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang terdzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah. Sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita.

Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terdzalimi) hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktifis dakwah lulus dalam waktu empat tahun.

Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab "Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun."

Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan militansinya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih, sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.

Sahabat….

Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga….

Semoga kisah tersebut membuat kita sadar, bahwa setiap aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati...

Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah pola aktifis dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.


Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku?

Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata "afwan", "maaf" atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita.

Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang bilang bahwa kata-kata "afwan", "maaf" dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.

Wahai sahabat-sahabatku…

Memang benar bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesadaran bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada diri kita sendiri.

Seharusnya kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara-saudara kita.

Sahabat…

Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat atau tidak bisa datang dalam sebuah aktivitas dakwah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata "afwan" yang terlontar dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat atau lalai yang kita tujukan untuk saudara kita.

Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzhalimi saudara-saudara kita.

Sehingga kata-kata “Akhi… Ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktifis dakwah.

Read more...

Pemangkin Hizibku

  © Green islamic Template by islamic313.blogspot.com 2008